Fasihvidia's Blog

Just another WordPress.com weblog

Anak-anak usia pre-school yang lucu May 2, 2010

Filed under: Uncategorized — fasihvidia @ 10:37 am

Anak yang terkategori pra sekolah adalah anak dengan usia 3-5 tahun, seorang ahli psikologi, Elizabeth B. Hurlock mengatakan bahwa kurun usia pra sekolah disebut sebagai masa keemasan (the golden age).

Di usia ini anak mengalami banyak perubahan baik fisik dan mental, dengan karakteristik sebagai berikut :

1. Berkembangnya konsep diri

2. Munculnya egosentris,

3. Rasa ingin tahu yg tinggi

4. Imanjinasi yang tinggi

5. Belajar menimbang rasa

6. munculnya control internal

7. Belajar dari lingkungannya

8. berkembangnya cara berpikir

9. berkembangnya kemampuan berbahasa

10. munculnya perilaku ‘buruk’, seperti berbohong, mencuri, bermain curang, gagap, mogok sekolah, takut monster/hantu, teman imajiner, lamban, tempertantrum

Dalam teori perkembangan anak, keterampilan motorik berkoordinasi dengan otak. Jadi, amat mempengaruhi kemampuan kognitif (berpikir). Di usia prasekolah, gerakan tangan anak (handstroke) sudah pada taraf membuat pola (pattern making). Ini tingkat paling sulit karena anak harus membuat bangun/bentuk sendiri. Jadi, betul-betul dituntut hanya mengandalkan imajinasinya. Misal, menggambar bebas, mencipta mobil balap dari lego atau membangun rumah dari balok-balok aneka warna.

Pada usia 4 tahun, anak mulai dapat merangkai kata lebih banyak lagi. Di usia ini ada sekitar 1.000 sampai 1.500 kata yang sudah dapat diucapkannya. Seiring dengan pertumbuhannya, kata yang dimilikinya akan terus bertambah.

Usia prasekolah memberi kesempatan luas kepada anak untuk mengembangkan keterampilan sosialnya. Di usia inilah ia mulai melihat dunia lain di luar dunia rumah bersama ayah-ibu.

Kemampuan bersosialisasi harus terus diasah. Sebab, seberapa jauh anak bisa meniti kesuksesannya, amat ditentukan oleh banyaknya relasi yang sudah dijalin. Banyaknya teman juga membuat anak tidak gampang stres karena ia bisa lebih leluasa memutuskan kepada siapa akan curhat.

Anak prasekolah sudah mampu membedakan pria dan wanita yang dilihat dari penampilan yang berbeda, pakaian yang berbeda dan rambut yang berbeda. Beberapa anak juga mulai memahami organ-organ tubuh yang berbeda pada pria dan wanita karena orang tua mereka mulai memperkenalkannya, entah lewat pengamatan langsung atau lewat buku-buku. Tetapi tidak semua anak di usia ini punya keterampilan membedakan melalui anatomi fisik/organ intim karena beberapa orang tua masih enggan membicarakan soal peran seks pada anak mereka di usia prasekolah.

Tugas Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah :

  1. Kontrol Pembuangan dan Stabilitas Fisiologis
  2. Belajar membedakan jenis kelamin
  3. Bersiap diri untuk belajar baca
  4. Belajar membedakan mana yang betul dan mana yang salah
  5. Belajar mengungkapkan kata hati

informasi lebih lanjut silakan klik disini

 

cup cup.. May 2, 2010

Filed under: Uncategorized — fasihvidia @ 9:56 am

Hem..
Wah sekarang saya pengen aktif nge-blog ahh..
Pokoknya memanfaatkan semua fasilitas yang ada..heheheh
g>

 

KICK OUT OBAMA FROM INDONESIA March 19, 2010

Filed under: Uncategorized — fasihvidia @ 6:24 am

Kartu Merah Untuk Obama Jumat, 12 Maret 2010

http://bkimipb.org

Siapa yang tak kenal dengan presiden AS? Tentu namanya sudah tidak asing di telinga kita, Obama. Apalagi berita kedatangannya ke Indonesia. Bahkan, di suatu warnet ketika saya sedang browsing, dua orang anak SD sedang ngobrol, dan salah seorang diantaranya menyinggung kedatangan Obama ke Indonesia. Luarbiasa bukan?! Pertanyaannya, sudah sejauh mana rekan-rekan mengenal pemimpinnya ini? Bukan bermaksud untuk mengumbar kejelekan seseorang, atau merasa sudah paling baik dan benar. Tetapi menyampaikan suatu kejahatan adalah wujud dari aktivitas riil dalam membela kebenaran, bukan? Walaupun itu pahit. Apalagi kejahatan yang luar biasa besar dari pemimpin negara penjajah nomor satu. Sejak awal berdirinya hingga kini, AS memiliki reputasi sebagai negara penjajah nomor satu disemua bidang. Kejahatan AS atas warga dunia, termasuk kaum Muslim, sudah tidak terhitung lagi. Hal ini wajar, mengingat watak dasar ideologi yang diemban AS bersifat imperial (menjajah). Bahkan penjajahan adalah pilar sekaligus metode baku ideologi ini untuk mempertahankan eksistensinya sekaligus menyebarluaskan pengaruhnya ke seluruh dunia. Dengan segala perangkat kapitalisnya, Pemerintah AS selalu berupaya melebarkan sayap mereka ke negara-negara lain. Dengan cara itulah, negara AS selalu mencari cara untuk mempertahankan dominasi di dunia dan terus melanjutkan agenda eksploitasi kapitalisnya. Daftar Kejahatan Amerika dibawah kepemimpinan Obama Desember 2009 13 warga sipil tewas provinsi Lagham terbunuh dalam serangan oleh NATO. November 2009 Empat orang warga sipil meninggal akibat serangan rudal yang dilakukan oleh pesawat mata-mata tak berawak milik Amerika. Serangan yang terjadi di daerah Newark itu juga melukai empat orang lainnya. September 2009 Pada 4/9 lebih dari seratus orang, sebagian besar warga sipil, dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah pesawat-pesawat tempur pimpinan AS menyerang tanker bahan bakar di wilayah utara Afghanistan. Agustus 2009 Enam orang tewas dalam serangan pesawat tanpa awak milik AS di wilayah Suku Waziristan selatan di Pakistan barat-laut, yang berbatasan dengan Afghanistan, pesawat tanpa awak itu menembakkan dua rudal ke satu rumah di Desa Kani Kuram di Waziristan selatan, menewaskan enam orang dan melukai sembilan orang lagi, sementara stasiun TV Geo News menyatakan serangan tersebut telah menewaskan delapan orang. Serangan udara juga dilancarkan pasukan Barat di Afghanistan Selatan menewaskan lima petani. Para petani tersebut tengah memuat hasil panen mereka, mentimun, ke dalam sebuah taksi. Mei 2009 Sedikitnya 97 warga sipil tewas, kebanyakan anak-anak. Menurut Komisi Hak Asasi Independen Afghanistan, AIHRC, seperti dilansir situs straittimes, Rabu (27/5/2009), peristiwa penembakan terjadi pada 4-5 Mei lalu yang terjadi di barat daya Provinsi Farah. Pemerintah Afghanistan menyebutkan, sekitar 140 warga sipil tewas. Januari 2009 Ketika terjadi agresi Israel ke Gaza (yang berakhir pada Januari 2009) Obama tidak memberikan reaksi apa-apa. Padahal ada lebih 1.300 orang meninggal dunia dalam hitungan hari. Obama malah berkata: “Amerika berpegang teguh pada keamanan Israel. Dan kita akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan ancaman yang sah.” Inikah yang disebut mutual respect? Februari 2010 Senin (22/2/2010), sebuah serangan udara NATO di selatan Afganistan telah menewaskan 21 penduduk sipil. Persitiwa itu ketika sebuah pesawat NATO menyerang sasaran sipil yang diduga sebagai pemberontak atas komando Obama sang Presiden, dikirim 30 ribu pasukan tambahan untuk memperkuat penjajahan Amerika di Afganistan. (Kompas; 22/02) Sumber : Media Umat edisi 30 (18 Februari-4 Maret 2010) Apakah kebijakan Pemerintah AS berubah setelah dipimpin Obama? Dalam pidato di Senat Amerika, Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri AS mengatakan, “Kita harus menggunakan apa yang disebut smart power, suatu perangkat yang lengkap yang dilakukan dengan kekuasaan yang kami miliki. Dengan smart power, diplomasi akan menjadi garda depan politik luar negeri kami.” Setelah menganggap kepemimpinan Bush gagal, smart power memang menjadi cara baru bagi Obama untuk memperbaiki rusaknya reputasi mereka di mata dunia. Karena itu, Pemerintah AS kini berupaya mengefektifkan kebijakan luar negeri dengan taktik baru tersebut. Hanya saja smart power yang dimaksud tidak lain adalah penggunaan semua perangkat yang bisa mempengaruhi diplomatik, ekonomi, militer, hukum, politik dan budaya untuk mendapatkan apapun yang AS inginkan. Jika kita menengok track record presiden-presiden AS, baik berasal dari Partai Republik atau Demokrat, AS di bawah Obama tidak akan berubah secara signifikan. Obama pernah mengungkapkan tentang pentingnya mempertahankan sistem kepercayaan (ideologi) AS. Dalam pidatonya pada Mei 2009, Obama bersumpah untuk melindungi rakyat Amerika dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Amerika. Obama mengatakan senjata yang paling ampuh adalah nilai sistem keyakinan Amerika seperti kebebasan, inilah akan membuat AS aman. (http://www.globalsecurity.org) Obama juga pernah mengungkapkan, “Kesamaan kepentingan di dunia akan memulihkan pengaruh kita serta merebut hati dan pikiran demi mengalahkan terorisme dan menyebarkan nilai-nilai AS ke seluruh dunia.” (Lisa Rogak, Obama in His Own Words, 2009) Dengan demikian, memandang Amerika sebagai negara imperialis tidaklah cukup hanya melihat sosok seorang Obama yang tampak baik hati. Obama sekarang adalah kepala negara dari negara imperilias dunia. Negara ini juga mendukung keberadaan rezim-rezim diktator di dunia Islam yang bertindak represif terhadap warga negaranya sendiri. Kita menilai dari apa yang dia lakukan, khususnya selama ia menjadi Presiden AS. AS hanya berupaya memoles dirinya dengan memasang kharisma Obama. Dari apa yang diungkapkan Obama sangatlah jelas, bahwa arah kebijakan Pemerintah AS tidak akan berubah. “Presiden boleh datang dan pergi, kebijakan mungkin berubah, tetapi tidak akan ada perubahan yang benar-benar nyata (real change),” Dalam kasus Israel-Palestina, sikap pemerintahan Obama tidak berbeda dengan pemerintahan AS sebelumnya. Invasi (pembantaian) Gaza oleh Israel yang terjadi dari tanggal 28 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009, yang berakhir dua hari sebelum pelantikan Obama, tragedi kemanusiaan itu sama sekali tidak disinggung dalam pidato kemenangannya. Saat invasi biadab Israel di Gaza itu, sikap Obama justru sangat jelas terlihat mendukung penuh negeri Zionis dengan dalih mempertahankan diri. Padahal tragedi itu lebih merupakan pembantaian penduduk Gaza oleh zionis Israel. Bukan hanya itu, bahkan Goldstone Report, yang benar-benar membuktikan Israel melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban-korban yang tak bersalah, ditolak oleh pemerintah AS dan dicegah untuk diajukan ke Dewan Keamanan PBB dan Pengadilan Internasional. Obama dan pemerintahannya akan tetap berpegang pada National Security Strategy of USA, September 2002 sebagai manifesto ekonomi politik, politik luar negeri dan militer AS. Dalam hal ini kebijakan AS dalam bidang ekonomi tetaplah ditujukan untuk mengamankan kepentingan nasional AS. Yaitu untuk menjamin penguasaan atas minyak dan gas, mengamankan investasi AS di negara-negara dunia ketiga termasuk dunia Islam untuk mengeruk kekayaan alamnya, bahan baku dan mengeksploitasi tenaga kerja murahnya demi kemakmuran AS dan menciptakan pasar bagi produk-produk perusahaan Barat. Rekan-rekan mahasiswa, fakta-fakta ini bukan rekayasa! Dan ini hanya sebagian kecil dari fakta lainnya yang masih banyak dan tidak terungkap. Ini justru memberitahukan kepada kita siapa Obama dan pemerintahannya sebenarnya. Maka kedatangan Obama layak di beri kartu merah (ditolak) oleh Pemerintah dan rakyat Indonesia yang sebagian besar kaum Muslimin yang tidak menghendaki segala bentuk penjajahan di atas muka bumi ini! Renungkanlah Firman Allah swt. berikut ini: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia—yang kalian sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad)—dengan penuh kasih-sayang” (QS al-Mumtahanah [60]: 1). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil sebagai teman kepercayaan kalian orang-orang yang berada di luar kalangan kalian karena mereka tidak henti-hentinya menimpakan kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi .”(QS Ali ‘Imran [3]: 118).

BKIM IPB

 

selamat datang para pejuang! March 5, 2010

Filed under: Uncategorized — fasihvidia @ 7:49 am
Tags:

allah telah membeli diri-diri kaum muslimin, harta2 mereka, dan jiwa2 mereka dengan syurga..

semangat wahai para pejuang..

untuk membumikan syariah allah yang sempurna ini.. tiada kata lelah,,karena syurga-lah tujuan kita..

*ya ampunn,, fasih bisa serius juga,, ;p

 

Ibu Tangguh, Arsitek Generasi Unggul January 3, 2010

Filed under: Uncategorized — fasihvidia @ 10:00 am

IBU TANGGUH, ARSITEK GENERASI UNGGUL

Wanita adalah tiang Negara. Ungkapan ini demikian akrab dalam ingatan kita, sehingga saking akrabnya, kita terkadang lupa untuk mengingat kedalaman makna yang dikandungnya.
Sebagaimana layaknya sebuah tiang, wanita diibaratkan sebagai penyangga bagi tegaknya sebuah masyarakat atau negara. Ini berarti keberadaan kaum wanita, baik dan buruknya, sangat menentukan eksis tidaknya sebuah masyarakat atau negara, mengingat bahwa wanita, terutama dalam kedudukannya sebagai ibu berperan sangat penting dalam membentuk dan membangun sosok suatu generasi. Wajar jika dalam islam, sosok ibu di posisikan figure sentral pendidikan dengan menjadikannya sebagai madrasah pertama (madrasah al-ula) bagi anak

Generasi Ideal, Cerminan Ibu Ideal

Jika kita tengok gambaran masyarakat Islam dahulu, akan kita dapati bahwa pada masa-masa itu telah lahir sosok generasi berkepribadian Islam mumpuni, yang rata-rata memiliki mentalitas mujahid sekaligus mujtahid. Pada Diri mereka tertanam keyakinan yang kuat, bahwa mereka ada semata-mata demi dan untuk Islam. Sehingga dengan ghiroh yang demikian, umat Islam saat itu mampu bangkit menjadi “Khoiru Ummah” yang memimpin umat-umat lain dalam seluruh aspek kehidupan mareka, menjadi mercusuar peradaban luhur manusia yang eksis hingga belasan abad lamanya.
Keberadaan generasi yang demikian sekaligus menunjukan kaberhasilan para ibu terdahulau dalam mendidik anak-anak mereka, hingga mereka benar-benar menjadi generasi Rabbani yang unggul, yang mengerti tentang arti dalam hakekat hidup, makna kebahagiaan hakiki dan semangat pengabdian pada islam. Hal ini niscaya, mengingatkan dalam sosok para ibu terdahulu juga tertanam keyakinan yang kuat, bahwa anak adalah amanah Allah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Sehingga tidak ada harta yang mereka wariskan kepada anak-anak mereka, selain keimanan yang kuat, kecintaan akan ilmu dan amal sholih serta semangat berkorban demi kemuliaan ummat dan islam semata.

Bagaimana Dengan Sekarang?

Jika kita refleksikan ke masa sekarang, keprihatinanlah yang justru muncul. Bagaimana tidak? Saat ini kta sulit menemukan gambaran generasi rabbani dalam wadah masyarakat yang islami. Yang ada justru masyarakat “tanpa bentuk” dengan anak-anak yang mayoritas terdidik oleh para ibu yang hedonis dan materialistis. Yakni para ibu, yang sekalipun tak sedikit dari mereka sempat mengenyam pendidikam tinggi, tapi tidak cukup cerdas untuk mengerti makna hidup dan tujuan sesunggihnya dari keberadaan mereka di dunia ini. Mereka juga tak mampu memahami apa yang dipahami para ibu terdahulu, bahwa anak adalah amanah yang harus mereka didik sesuai dengan kehendak Pemberi Amanah, yaitu Allah SWT sebagai Al-Kholiq Al-Mudabbir. Yang justru mereka pahami hanyalah, bahwa anak adalah semata asset ekonomi yang harus mereka didik demi dan tujuan-tujuan materi, hingga tak sedikit dari mereka yang dengan ringan hati menyerahkan peran dan tanggung jawab keibuannya kepada orang lain, pembantu rumah tangga, lembaga-lembaga pendidikan, bahkan televisi.
Dengan kondisi yang demikian, wajar kepribadian generasi muda Islam saat ini pun cenderung menjadi sangat rancu dan jauh dari nilai-nilai Islam. Mereka bahkan tersibghoh gaya serba permissive/ bebas yang lahir akibat proses sekulerisasi pemikiran dan sekulerisasi gaya hidup yang berjalan secara perlahan melalui berbagai cara dan bentuk. Wajar puyla jika mereka tumbuh menjadi generasi yang berkepribadian ganda, ambivalen dan lebih suka menjadi pengekor dan pembebek daripada berusaha bangkit berjuang untuk kembali memimpin umat-umat lain di dunia.
Dengan kata lain, kondisi ini sekaligus mewujudkan bahwa untuk dan hingga saat ini, kaum kafir telah cukup banyak menuaihasl dari skenario jahat (makar) mereka dalam upaya menjauhkan kaum muslimin dari aqidah islam yang sempuna. Salah satunya adalah dengan menggiring para muslimah ke kancah kehidupan materialistis dan individualis seperti yang gencardiserukan oleh para feminis melalui ide-ide emansipasi dan ide kesetaraan dan kedila gender (KKG). Dan hasilnya, banyak ide diantara muslimah yang terkecoh, sehingga mereka lebih suka menanggalkan kebanggaan menjadi seorang ibu, daripada harus kehilangan kesempatan untuk meraih karir yang setinggi-tingginya. Akibatnya, anak-anak yang mereka lahirkan pun tumbuh tanpa asuhan dan didikan, sehingga sebagian besar dari mereka tak lebih dari anak-anak tanpa masa depan, yang tidak bermanfaat, meski bagi dirinya sendiri sekalian! Lantas, bagaimana mungkin kita gantungkan harapan masa depan ummat pada pundak-pundak yang rapuh seperti ini?

Pentingnya Mengoptimalkan Peran Ibu

Menghadapi kondisi buruk yang terjadi, kita diperintah untuk tudak berpasrah diri. Laa yughoyyiru maa biqoimin hatta yughoirumaa bi anfusihim. Apalagi masa depan ummat ini mau tidak mau menjadi salah satu tanggung jawab kita, termasuk upaya untuk mengembalikan kemuliaan ummat dengan membangun kembali sosok generasi mumpuni sebagaimana generasi-generasi terdahulu. Caranya tidak lain dengan membimbing dan membina para ibu ummat saat ini agar memiliki kualitas sebagaimana para ibu terdahulu.
Merujuk pada beberapa Nash dan sekian banyak tauladan yang di tunjukan dalam perihidup para Shahabiyat ra. Setidaknya dapat diungkapkan beberapa criteria yang harus dimiliki oleh setiap ibu sehingga bias mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam mempersiapkan generasi unggul, antara lain :

1) Memiliki ketaqwaan yang tinggi yang dimanifestasikan dalam pola piker dan pola sikap yang senantiasa berstandar pada islam (bersyakhsiyyah Islamiyah/berkepribadian Islam). Dengan ketakwaan yang tinggi, seorang ibu akan memiliki keyakinan bahwa anak adalah amanah Allah SWT. Ibu seperti ini akan menggembleng anaknya agar memahami hakekat dan tujuan hidup, menanamkan keimanan yang kokoh akan Allah Al-Khaliq sekaligus mengajarkan pada mereka untuk tunduk dan patuh pada aturan Penciptanya. Adapun dengan berkepribadian Islam, seorang ibu akan tampil sebagai qudwah bagui anak-anak mereka dalam hal berpikir dan bersikap. Karena anak ibarat kaset kosong yang akan merekam segala tindak-tanduk orangtuanya, terutama ibu, sehingga kepribadian ibu juga akan dicerap menjadi kepribadian anak-anaknya.
2) Memiliki kesadaran untuk mendidik anak sebagai asset perjuangan dan masa depan umat. Saat ini umat Islam membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tangguh dalam perjuangan untuk bangkit kembali sebagai khoyru ummah sebagaimana yang seharusnya (Lihat QS. Ali Imran:110). Pemimpin yang tangguh hanya lahir dan terbentuk dari ibu yang tahu persis posisi anak sebagaiasset perjuangan dan masa depan ummat. Ibu yang memiliki kesadaran semacam ini akan berusaha menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak, membekali anak dengan sifat-sifat terpuji bagi seorang pemimpin seperti karakter mandiri, rela berkorban, lemah lembut, bertanggung jawabn, peduli ummat berikut ilmu-ilmu yang dibutuhkan.
3) Memilki kesadaran politik Islam. Kesadaran politik Islam artinya memahami dan meyakini bahwa pemeliharaan urusan-urusan umat (politik = pemeliharaan urusan-urusan umat) harus diatur dengan syari’at Islam. Inilah bentuk kesadaran politik yang paling mendasar. Seorang muslim seharuanya paham dan yakin, bahwa ajaran Islam sempurna dan menyeluruh, termasuk mengatur masalah politik. Karena setiap muslim wajib masuk ke dalam Islam kaffah, maka jelas semua hukum-hukum yang menyangkut politik pun harus diimani dan diamalkan, termasuk oleh para ibu. Dengan demikian, seorang ibu juga harus memiliki ilmu yang utuh tentang syariat Islam, bagaimana penerapannya dalam kehidupan, siapa yang berkewajiban menerapkan, urusan apa yang menjadi hak dan kewajibannya dan apakah hokum-hukum itu sudah tertunaikan. Dengan demikian, seorang ibu yang memiliki kesadaran politik Islam akan memiliki kepekaan yang tinggi dalam melihat kedzaliman-kedzaliman yang menimpa umat akibat tidak diterapkannya aturan-aturan Islam. Diapun akan berperan untuk menghilangakan kedzaliman itu dengan aktivitas dakwah dan menjadikan anak-anaknya juga menjadi kader dakwah yang turut mengawasi pelaksanaan syariatIslam dalam mengatur urusan-urusan kehidupan masyarakatnya.
4) Memiliki pengetahuan yang luas tentang konsep pendidikan anak. Sekalipun seorang ibu sudah memiliki 3 poin kriteria di atas, pada tataran praktis dia membutuhkan “ilmu tambahan” terkait dengan konsep pendidikan anak sesuai dengan tahapan perkembangannya agar pembentukan generasi unggul dapat terwujud dengan baik. Misalnya bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan perlakuan dan metoda pendekatan yang berbeda. Atau bahwa perubahan pendidikan yang terjadi pada masing-masing anak tidak sama dan instant, tetapi bertahap. Maka di sinilah dibutuhkan ekstra kesabaran dan tidak boleh membanding-bandingkan kemampuan anak. Atau juga pengetahuan terkait masa emas anak yang harus ditangani secara optimal oleh setiap ibu agar pembentukan dasar-dasar proses berpikir anak dan tumbuh kembangnya bisa dimaksimalkan.
5) Memilki sifat penyayang, karena kasih sayang ibu merupakan jaminan awal bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik dan aman. Ibu penyayang akan memelihara anaknya dengan curahan kasih sayang sejak dalam kandungan hingga anak mampu mandiri, memiliki karakter penyayang, penuh empati dan bertanggung jawab, di mana karater-karakter seperti ini mutlak dimiliki calon-calon pemimpin masa depan.
6) Memiliki tutur bahasa yang baik (halus, fasih, dan baligh), di mana ketika kita ingin menanamkan kecintaan anak kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tentu tidak bisa dilakukan dengan lembut dan jelas (baligh). Selain itu, dalam menyampaikan ajaran Islam yang ada dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang nota bene berbahasa Arab, maka seorang ibu selayaknya menguasai bahasa Al-Qur’an ini.
7) Memiliki kepekaan (ihsas) yang tinggi terhadap lingkungan. Hal ini mengingat, lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang anak. Sehingga setiap ibui harus bisa memastikan anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang baik dengan cara terlibat aktif dalam mengubah suasana lingkungan yang buruk menuju kehidupan yang Islami.
8) Memiliki rasa pengorbanan yang tinggi, mengingat peran ibu lebih dominan ‘memberi’ daripada ‘menerima’. Dengan demikian, jika tumbuhnya rasa pengorbanan ini semata-mata karena ingin menggapai ‘ridha Allah’, maka hak-hak anak tetp akan terpenuhi secara pasti bagaimanapun kondisi ibunya. Manakala (misanya) seorang ibu menghadapi dau pilihan antara yang wajib (tugas utamanya) dan yang mubah (pekerjaan lainnya), maka tentu si ibu akan memilih yang wajib karena adanya dorongan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan demi masa depan anak yang diharapkan. Lebih dari itu, generasi masa depan yang ingin diwujudkan adalah generasi yang jiwa pengorbanannya tinggi untuk memperjuangkan ketinggian dan kemuliaan umat dan Islam. Oleh karena itu, sudah pasti mereka membutuhkan para Pembina yang membina mereka ke arah sana. Dalam hal ini, ibulah orang yang paling tepat sebagai Pembina mereka sejak dini.

Inilah antara lain kriteria ibu tangguh yang diharapkan oleh Islam. Sayangnya, sosok ibu tangguh yang dijamin akan mampu mendidik anak-anak unggul calon pemimpin masa depan ini masih sangat sedikit jumlahnya. Wajarlah jika potret generasi saat ini pun masih nampak buram.

Tanggungjawab Masyarakat dan Negara Dalam Upaya Optimalisasi Peran Ibu

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa lingkungan/masyarakat sangat berpengaruh terhadap tumbuh-kembang dan kepribadian anak. Tak jarang anak yang berasal dari keluarga ideal, taat beragama, tumbuh menjadi anak bermasalah. Masyarakat yang rusak dan sakit seperti yang terjadi saat ini, tentu sulit melahirkan generasi yang berkualitas sekalipun bukan berarti tidak mungkin. Setidaknya, para orang tua akan merasa berat dan harus bekerja ekstra keras mendidik anak di tengah gelombang kemaksiatan dan krisis multidimensi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Terlebih, kerusakan masyarakat berlangsung secara terbuka dan dijaja secara terus-menerus oleh berbagai media (televisi, radio, handphone, internet, Koran, dll) tanpa bisa dibendung, sementara itu, sense of control dan budaya amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi ciri masyarakat Islam sudah tak nampak lagi.
Adapun negara seharusnya bertanggungjawab untuk menjamin tumbuh kembang anak, sekaligus menjamin pelaksanaan peran ibu secara optimal dengan menciptakan kondisi yang kondusif melalui penerapan berbagai aturan yang shahih. Sayangnya, saat ini negara seolah tak bisa berbuat banyak. Negara cenderung abai terhadap nasib generasi masa depan umat akibat krisis multidimensi yang membelit dan menuntut penyelesaian. Bahkan penerapan aturan-aturan hidup sekuler yang jauh dari nilai-nilai Islam, mulai dari sistem ekonomi yang melanggengkan kemiskinan, sistem pendidikan sekuler yang hanya mencetak anak didik yang cerdas tapi kering iman, sistem hukum yang menguntungkan para koruptor dan penjahat, aturan sosial yang menumbuh suburkan pornografi-pornografi dan dekadensi moral serta aturan rusak lainnya justru menjadi pengukuh kerusakan sistemik ini sehingga menyulitkan para ibu untuk mengoptimalkan perannya mempersiapkan generasi mumpun.
Oleh karena itu, membangun kesadaran para ibu tentang tanggung jawabnya yang sangat besar, sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi terlaksananya tanggung jawab tersebut masyarakat secara keseluruhan dengan Islam kaffgah, sekaligus bahu-membahu membangun sistem politik Islam yang akan menerapkan aturan/sistem pendidikan yang mampu mendidik para ibu, calon-calon ibu tangguh dan anak-anak calon pemimpin umat di masa depan.
Pada akhirnya, semoga para muslimah kembali menyadari akan besarnya tangung jawab mereka terhadap masa depan Islam dan kaum muslimin, sehingga mereka akan terpacu untuk berlomba meraih kembali kemuliaan sebagaimana para ibu di masa Islam terdahulu. Yakni dengan membina diri mereka dan masyarakat dengan pemikiran-pemikiran Islam dan membentuk pola sikap mereka dengan aturan-aturan Islam, sekaligus berjuang menegakkan syari’at Islam dalam wadah Khilafah ala Minhajin Nubuwwah. Dengan demikian, mereka akan siap menjadi pendidik dan pencetak generasi mumpuni yang juga akan membawa ummat ini kepada kebangkitan hakiki seperti yang diinginkan. Insya Allah.

~Serpong, januari 2009

 

Hello world! January 3, 2010

Filed under: Uncategorized — fasihvidia @ 9:36 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.